Selasa, 22 Juni 2010

Meredam rewel tantrum


Masa tantrum, or the terrible two adalah masa di mana balita mengalami "roller coaster" emosi. Diperlukan banyak kesabaran untuk menghadapi hal ini. Anakku, Faylasufa tidak luput dari hal ini. Seringkali karena hal-hal yang kecil memicu emosinya, berteriak, memukul-mukul dan menangis sekencang-kencangnya. Kalau sudah begitu emosikupun ikut tersulut. Lalu tindakan berikutnya adalah memarahinya.

Tapi seringkali aku memarahi Fay, maka lebih sering tidak tercapai pula tujuan kita berdua. Bahkan tangisnya bertambah kencang dan akhirnya muntah. Kalau sudah begini aku jadi rugi dua kali.

Belajar dari hal ini akhirnya aku berusaha mengembangkan teknik yang aku adaptasi dari the nanny dan nanny 911. Mungkin teknik ini bisa anda pakai dalam menghadapi masa tantrum balita anda. Pengalamanku, Jika Fay sudah mulai merajuk, maka aku akan mengisolirnya berdua denganku (teknik break the pattern), lalu jika dia tetap berteriak dan menangis, teknik kedua adalah memeluknya erat dan tegas (tetapi jangan terlalu erat, jaga emosi supaya jangan sampai geregetan), lalu dengan suara lembut (buat suara yang halus namun tegas) berusahalah membuat kontak mata dan bicara apa yang dia inginkan dan apa yang bisa kita berikan. Tentu saja dia tidak akan langsung mendengarkan. Jika dia tetap menangis keras-keras, tetaplah berbicara lembut, katakan anda sayang padanya, terus menerus sampai tangisnya agak mereda. Peluk dan cium dia (tentu hal ini tidak mudah) atau paling tidak elus dia sehingga emosinya tersentuh. Berusahalah untuk berada di pihaknya (jika hal ini tentang pemihakan) namun kemudian berikan dia perspektif lain mengapa keinginannya tersebut tidak dapat dicapai.

Kesabaran merupakan kunci dalam mengatasi tantrum balita anda. Untuk itu ingatlah bahwa anak adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa, yang perlu kita jaga dan syukuri selalu. Anak adalah titipan yang harus kita jaga dengan baik, bukan dengan memanjakan, tapi mendidiknya dengan baik. Salah satu fase terpenting dalam pendidikan anak dini adalah mengatasi emosinya dalam ledakan masa tantrum. Masa ini cukup menentukan apakah kelak anak itu akan berhasil menguasai manajemen emosi dan kemarahan. Untuk itu peran orangtua sangat penting dalam membantu anak melewati masa ini. Banyak orang tua yang menyerah dengan memberikan apa saja yang diminta si anak, untuk meredakan tantrumnya, padahal dengan cara ini akan membuat anak merasa bahwa pencapaian keinginan akan selalu berhasil apabila dia merajuk. Mendidik sama sekali berbeda dengan memanjakan, dan menyayangi bukan berarti selalu menuruti apapun keinginan sang anak. Menyayangi juga berarti menunjukkan jalan yang benar, dan tegas mengatakan tidak. Bukankah jika dia meminta racun Anda pasti tidak akan memberikannya, bukan? Menjadi orang tua adalah proses demikian juga bertumbuh menjadi dewasa. Semoga berguna.

Selasa, 06 Oktober 2009

Tips belajar bahasa Inggris

Hidup di negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing membuat kita agak sulit untuk menguasai bahasa ini. Banyak sekali orang yang saya temui menanyakan (karena saya guru bahasa Inggris), bagaimana cara belajar bahasa Inggris sehingga bisa dengan cepat bisa berkomunikasi dengan bahasa tersebut. Sejujurnya saya bingung dengan pertanyaan ini karena saya sendiri tidak mempelajarinya dengan instan. Namun ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk anda yang benar-benar ingin belajar bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya dengan cepat.
  1. Anda harus terbiasa mendengarkan bahasa tersebut. Hal ini bisa dilakukan melalui lagu, mendengarkan percakapan dari televisi maupun radio. Dengan mendengarkan ini pula anda akan belajar pronunciation atau pelafalan yang benar, serta bisa pula mempelajari accent dari native speaker. Selain itu anda akan terbiasa pula dengan gambit, yaitu cara bagaimana bahasa disampaikan.Jika anda suka menonton film atau acara TV dalam bahasa tersebut, berusahalah untuk tidak melihat subtitle, namun fokus kepada apa yang diucapkan.
  2. Berusahalah membaca dalam bahasa tersebut. Coba baca dari bahan yang sederhana misalkan komik, karena ada gambar yang bisa membantu pemahaman. Setelah itu mungkin surat kabar, artikel di internet atau majalah dan novel. Untuk membaca ini, banyak orang yang mengeluh karena tidak mengetahui semua kata yang ada, malah membuat pusing atau akhirnya malah berakhir dengan membuka-buka kamus saja. Sebenarnya membaca tidak perlu memahami setiap kata yang ada, namun kita bisa membaca dalam konteks, yaitu menebak dari konteks arti kata yang ada di sana. Jadi jangan malah membaca kamus sibuk mencari kata. :)
  3. Setiap anda menemui kata baru yang belum anda ketahui, catatlah kata tersebut di buku khusus anda, beserta dengan kalimat yang menyertai kata tersebut. Lalu jika anda mempunyai waktu luang, anda bisa mengecek arti kata tersebut di dalam kamus, dan meletakkan arti kata tadi dalam konteks kalimatnya. Dengan cara ini anda akan dengan cepat mengembangkan vocabulary atau kosa kata anda.
  4. Carilah teman yang mempunyai tekad dan motivasi yang sama untuk belajar bahasa Inggris. Buatlah komitmen untuk menggunakan bahasa ini dalam berkomunikasi, sehingga dengan demikian anda tidak akan malu untuk berlatih menggunakan bahasa tersebut. Anda bisa juga mengikuti kelas kursus bahasa Inggris jika anda tidak mempunyai teman untuk berlatih(bukan promosi...:)
  5. Buatlah diary/ jurnal tentang apa saja yang ingin anda tulis dalam bahasa Inggris. Menulis akan sangat baik untuk mengembangkan kemampuan anda, karena anda akan belajar banyak kosa kata dan penggunaannya dalam kalimat.
  6. Grammar/ structure bisa anda pelajari dalam "perjalanan" ekspose anda terhadap bahasa ini, jadi jangan khawatir untuk membuat kesalahan dalam proses pembelajaran. Banyak structure yang saya mengerti sekarang ini karena saya terbiasa melihat pemakaiannya dalam kalimat-kalimat yang saya baca.
Mempelajari bahasa adalah proses yang berkelanjutan dan terus berkembang, jadi tidak perlu putus asa dan khawatir tidak akan pernah bisa, karena benar bahwa kita bisa karena biasa.

Selamat belajar...

Rabu, 15 April 2009

Bekal si kecil

Jika kita mempunyai anak usia belajar masuk sekolah/ playgroup, pasti setiap pagi hari sekolah disibukkan dengan kebingungan tentang menu apa untuk bekal anak kita. Karena waktu untuk menyiapkan yang singkat, maka menu ini harus praktis, namun tentunya bergizi, dan lezat.

Saya punya menu praktis yang mungkin bisa dicoba:

Tumis telur puyuh dan sosis

Bahan:
10 butir telur puyuh matang, kupas dan bersihkan
1 buah wortel dipotong korek api
1 buah sosis ayam/ sapi potong melintang tipis-tipis
6 butir bawang merah
2 butir bawang putih
1 sendok makan mentega
1 sendok makan kecap ikan
1 sendok makan kecap manis
1 sendok teh kecap asin
garam serta gula secukupnya

Cara memasak:
1. Panaskan mentega, setelah mencair masukkan bawang merah dan bawang putih yang telah diiris tipis, tumis sampai harum.
2. Masukkan wortel, kecap ikan, kecap manis, kecap asin dan garam dan gula, aduk-aduk sebentar.
3. Jika wortel sudah kelihatan matang/ layu, masukkan telur puyuh dan sosis.
4. Aduk sampai berubah warna dan tercampur sempurna, serta menunggu sosis matang.
5. Angkat dan siap disajikan.

Selasa, 14 April 2009

Keep signaling!

Life is short yet complex. It's like joining a race in the maze. You will find many diverged roads on your way to the destination. Your job is choosing, selecting and deciding, all the way through. If you think you're lost, you have to find the main road back again... but sometimes you think that the wrong road is right, unaware that you're lost. In the headquarters, He listens to you still...but sometimes, you are too busy with the road, or the scenery alongside it. You forget to report many times. On your journey, many times you're not sure of the way you've taken. You're hungry, empty, feeling cold, alone, frustrated. You're disoriented. You lost contact. You forget how to report and how to keep in touch with the headquarters...you have lost your hope, and even you forget that He is there to help you. All you have to do is knock and talk. You just need to rest down and send a signal... but all of the noise hampers you to do that. You're down in the maze...lost and end. 

That happens to almost all. Some manages to stand up and keep the faith to find the way out...a light in the end. They manage to send the signal...and they get what they want...especially what they need to make it through. Are you the one?